    {"id":1395,"date":"2020-09-30T23:48:02","date_gmt":"2020-09-30T16:48:02","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/?p=1395"},"modified":"2020-09-30T23:50:22","modified_gmt":"2020-09-30T16:50:22","slug":"usaha-kuliner-rumahan-menggeliat-di-masa-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/2020\/09\/usaha-kuliner-rumahan-menggeliat-di-masa-pandemi-covid-19\/","title":{"rendered":"Usaha Kuliner Rumahan Menggeliat di Masa Pandemi Covid-19"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Jakarta, -Pandemi Covid-19\u00a0<\/strong>bukan hanya tentang krisis kesehatan, namun juga menyangkut krisis ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Situasi yang tidak menentu akibat pembatasan aktivitas sosial, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi setidaknya akan ada 6 juta orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau kehilangan penghasilan akibat perekonomian yang melambat.\u00a0Kondisi ini membuat banyak orang harus memutar otak mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Adapun salah satu upaya yang banyak dilakukan belakangan ini adalah bisnis kuliner rumahan.\u00a0Praktisi Marketing dan Dosen Kewirausahaan di PPM School of Management, Noveri Maulana, mengatakan, munculnya berbagai usaha kuliner rumahan di tengah pandemi Covid-19 patut diapresiasi sebagai bentuk kreativitas dan upaya memperbaiki kondisi perekonomian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Tren <em>work from home<\/em> (WFH) dan <em>school from home<\/em> (SFH) membuat kebutuhan konsumsi masyarakat di rumah tangga turut meningkat, tak heran kebutuhan akan jenis makanan yang bisa diakses dari rumah juga akan semakin meningkat,&#8221; jelas Noveri dalam keterangan persnya, Kamis (24\/9\/2020).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Noveri memprediksi sampai setahun ke depan, orang masih belum sepenuhnya normal untuk <em>dine in<\/em> atau <em>nongkrong<\/em> di restoran. Selain itu, masakan rumahan olahan sendiri juga bisa membosankan. Sehingga, dibutuhkan jenis variasi produk kuliner yang bisa <em>delivery<\/em> ke rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Di sinilah bisnis kuliner rumahan bisa memberikan peluang untuk mereka yang mau mencoba peruntungan sebagai <em>entrepreneur<\/em>,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Head of Training Product<\/em>\u00a0Pintaria, Sally Dewi menambahkan, dalam mendukung masyarakat menjalani usaha kuliner, pihaknya memberikan berbagai jenis kursus <em>online<\/em> yang berkaitan dengan usaha kuliner.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kursus tersebut, dibimbing langsung oleh lembaga pelatihan yang terdaftar dengan pengajar profesional yang tidak hanya memberikan teknik membuat berbagai makanan, tapi juga bagaimana tips menjualnya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Sally, langkah ini selaras dengan niat baik pemerintah dalam penyelenggaraan kursus Prakerja yang bisa memberikan manfaat positif dan membantu mereka yang terkena imbas ekonomi akibat pandemi Covid-19.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Melalui berbagai pelatihan di Pintaria, \u00a0masyarakat bisa belajar dari ahlinya dan mendapatkan sertifikat, harapannya bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk membuat produk kuliner yang bisa dijual dan menambah penghasilan,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Source: https:\/\/www.beritasatu.com\/feri-awan-hidayat\/gaya-hidup\/680253\/usaha-kuliner-rumahan-menggeliat-di-masa-pandemi-covid19<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, -Pandemi Covid-19\u00a0bukan hanya tentang krisis kesehatan, namun juga menyangkut krisis ekonomi. Situasi yang tidak menentu akibat pembatasan aktivitas sosial, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi setidaknya akan ada 6 juta orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau kehilangan penghasilan akibat perekonomian yang melambat.\u00a0Kondisi ini membuat banyak orang harus memutar otak mencari cara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1399,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-1395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1395"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1514,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1395\/revisions\/1514"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}