    {"id":1199,"date":"2020-04-27T10:00:44","date_gmt":"2020-04-27T03:00:44","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/?p=1199"},"modified":"2020-04-27T01:50:36","modified_gmt":"2020-04-26T18:50:36","slug":"tips-membangun-daya-tahan-dalam-memulai-usaha-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/2020\/04\/tips-membangun-daya-tahan-dalam-memulai-usaha-sendiri\/","title":{"rendered":"Tips Membangun Daya Tahan dalam Memulai Usaha Sendiri"},"content":{"rendered":"<p>Berikut catatan mengenai bagaimana cara memulai usaha baru maupun mempertahankan\u00a0<em>endurance<\/em>\u00a0berbisnis, supaya bisa tetap fokus saat buka usaha, meskipun kesulitan dan tantangan datang bertubi.<\/p>\n<p>Cara memulai usaha dan membangun motivasi usaha yang kuat adalah melakukan sejumlah langkah awal memulai usaha, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Punya Mimpi Besar<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Mimpi mampu memindahkan gunung, begitu kata salah satu kiasan.\u00a0Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh mimpi, \u00a0termasuk dalam berusaha.\u00a0Motivasi usaha !\u00a0Makanya, saat memutuskan usaha sendiri, kita sebaiknya punya mimpi atau cita \u2013 cita yang jelas dan spesifik yang menjadi\u00a0<em>raison d etre<\/em>\u00a0memulai bisnis sendiri.\u00a0Mimpi tersebut sebaiknya sesuatu yang pantas, worthed, untuk dikejar dan diperjuangkan. Jika tidak, mimpi akan mudah dikalahkan atau dinomorduakan oleh tekanan dari kebutuhan dan tuntutan jangka pendek yang biasanya terlihat lebih urgen untuk dipenuhi.\u00a0Ketika berondongan kesulitan muncul, mimpi menjadi penyemangat yang menopang kita untuk tidak menyerah, tetapi malahan mencari jalan keluar.\u00a0Mimpi menjadi benteng terakhir.\u00a0Beberapa motivator terkenal menyarankan bahwa mimpi tersebut harus spesik dan jelas. Dituliskan dalam secarik kertas, kemudian diresapi dan diingat setiap waktu.\u00a0Dengan demikian, cita \u2013 cita itu terinternalisasi dalam diri secara kuat dan mengakar.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Bekerja berdasarkan\u00a0<em>Passion<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Bekerja karena dorongan cinta atau hobi pasti hasilnya akan berbeda. Ada keinginan kuat memberikan yang terbaik. Kasarnya, tidak dibayar pun, kita mau mengerjakan hal tersebut.\u00a0<em>Passion<\/em>\u00a0merupakan penyemangat yang manjur saat bisnis sedang susah. Walaupun penjualan sedang merosot, tetapi karena melakukannya bukan karena tuntutan keuntungan, \u00a0namun karena memang menyukainya, kita akan terus berkarya memberikan yang terbaik.\u00a0Konsistensi berkarya pada ujungnya akan mendatangkan apresiasi.\u00a0Sebaliknya, jika bisnis dilakukan karena harapan akan kekayaan semata, ketika muncul tantangan atau kesulitan, yang niscaya pasti ada dalam usaha, semangat pantang menyerah mudah luntur. Tidak ada motivasi dari dalam yang menjaga semangat.\u00a0Umumnya, membangun usaha sendiri membutuhkan waktu. Jarang yang bisa berhasil dalam waktu pendek. Stamina untuk bertahan paling efektif \u00a0dalah motivasi yang muncul dari dalam. Itulah\u00a0<em>passion<\/em>.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Belajar dari Orang Sukses<\/li>\n<\/ul>\n<p>Banyaklah belajar dari orang \u2013 orang yang sudah berhasil.\u00a0Dari mereka, kita akan paham bahwa jalan memabngun usaha itu tidaklah mudah. Ada proses berliku, naik dan turun, terjal, yang mau tidak mau harus dilewati jika ingin berhasil.\u00a0Yang sukses pun pernah melewatinya. Mereka berhasil karena bisa bertahan. Coba dulu berhenti ditengah jalan, pasti keberhasilan yang mereka dapatkan sekarang tidak akan pernah terwujud.\u00a0Pengalaman orang sukses ini menjadi\u00a0<em>reminder<\/em>\u00a0yang kuat, menjadi pemompa semangat, ketika sedang lelah atau gundah. Kalau para pebisnis sukses saja butuh waktu dan bahkan butuh pengorbanan untuk bisa berhasil, wajar saja kita yang baru memulai usaha menghadapi masalah.\u00a0Makanya, hadir di seminar, mendengarkan talkshow di radio atau membaca di tabloid mengenai berbagai sharing kisah sukses adalah hal yang sebaiknya rutin dilakukan. Bukan hanya untuk menimba ilmu, tetapi lebih dari itu, menjadi\u00a0<em>booster<\/em>semangat ditengah tantangan memulai usaha sendiri.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Pentingnya\u00a0<em>Support<\/em>\u00a0keluarga<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kenapa dukungan keluarga penting saat buka usaha sendiri ?\u00a0Saat bisnis sedang sulit, biasanya\u00a0<em>cash flow<\/em>\u00a0rumah tangga kena imbasnya. Yang dulunya bisa ke mall setiap minggu, atau berlibur ke setahun dua kali, sekarang harus dikurangi, atau bahkan dihapuskan sama sekali demi berhemat untuk keuangan usaha.\u00a0Keluarga yang paling merasakan dampaknya. Dan reaksi keluarga ikut menentukan terus tidaknya usaha tersebut.\u00a0Keluarga yang tidak mendukung pasti kerap mengeluh dan tidak mau kompromi. Saya melihat beberapa orang yang akhirnya mundur dari berbisnis karena tekanan dari keluarga, yang ingin tetap mempertahankan gaya hidup, tidak mau prihatin, padahal kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, keluarga yang mendukung, memberikan semangat dan yang paling penting mau ikut prihatin. Mereka paham bahwa kesulitan sekarang akan mendatangkan kebahagiaan yang lebih besar nantinya.\u00a0Makanya, ketika ingin mulai usaha, penting membicarakan dan bicara terbuka kepada keluarga. Menjelaskan bahwa memulai bisnis akan menghadapi masa \u2013 masa sulit diawal, tantangan yang tidak mudah, yang membutuhkan dukungan dan pengorbanan dari keluarga.\u00a0Kunci sukses\u00a0<strong>memulai usaha sendiri<\/strong>, tidak hanya produk bagus, strategi pemasaran brilian dan business model, tetapi lebih dari itu, butuh kekuatan dan keuletan untuk terus bertahan. Bisnis itu penuh tantangan dan rintangan. Karena ketika pebisnis mundur sebelum sampai tujuan, segala strategi dan rencana yang jitu serta produk yang mumpuni menjadi sia \u2013 sia semuanya.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Menghadapi Persaingan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Apa pendapatmu jika ada yang membuka usaha serupa di sebelah usahamu ?\u00a0Ini pertanyaan klasik yang sudah pasti banyak dilontarkan oleh mereka yang melakukan usaha sendiri.\u00a0Usaha baru dimulai dan bagus perkembangannya, eh tidak lama kemudian ada yang membuka usaha serupa di sebelah usahamu.\u00a0Bagaimana menyikapinya ?\u00a0<strong>Pertama<\/strong>, terimalah kenyataan bahwa persaingan itu bagian yang tidak terpisahkan dari suatu usaha atau bisnis. Bisnis yang maju pasti menarik persaingan.\u00a0<strong>Kedua<\/strong>, adanya persaingan memberikan masukkan ke dalam usaha kita soal apa yang masih menjadi kekurangan dan perlu diperbaiki.\u00a0<strong>Ketiga<\/strong>, adanya persaingan menunjukkan bahwa usaha yang kita lakukan memiliki potensi pasar yang bagus, sehingga pesaing berani masuk.<\/p>\n<p>Sumber: https:\/\/duwitmu.com\/usaha\/cara-memulai-usaha-sendiri\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut catatan mengenai bagaimana cara memulai usaha baru maupun mempertahankan\u00a0endurance\u00a0berbisnis, supaya bisa tetap fokus saat buka usaha, meskipun kesulitan dan tantangan datang bertubi. Cara memulai usaha dan membangun motivasi usaha yang kuat adalah melakukan sejumlah langkah awal memulai usaha, yaitu: Punya Mimpi Besar Mimpi mampu memindahkan gunung, begitu kata salah satu kiasan.\u00a0Ini menunjukkan betapa kuatnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tipsntrick"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1199"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1201,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1199\/revisions\/1201"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}