    {"id":310,"date":"2018-02-14T10:08:19","date_gmt":"2018-02-14T03:08:19","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/?p=310"},"modified":"2018-02-14T10:09:21","modified_gmt":"2018-02-14T03:09:21","slug":"sejarah-aliran-aliran-aikido","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/2018\/02\/sejarah-aliran-aliran-aikido\/","title":{"rendered":"SEJARAH ALIRAN-ALIRAN AIKIDO"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">SEJARAH ALIRAN-ALIRAN AIKIDO<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/kazegatana.files.wordpress.com\/2010\/07\/aikido_kanji.jpg?w=614\" width=\"300\" height=\"97\" \/><\/p>\n<p>Aikido adalah seni bela diri Jepang yang dikembangkan oleh O Sensei Morihei Ueshiba. \u00a0Aikido pada awalnya masih merupakan bentuk dari seni bela diri Daito-ryu aiki-jujutsu dan belum membentuk seni bela diri tersendiri. Kemudian pada tahun 1942, Dai Nippon Butoku Kai, sebuah universitas bela diri di Jepang, dalam upayanya melakukan standarisasi seni bela diri Jepang, dengan keluarga Ueshiba membentuk kesepakatan menggunakan nama \u201caikido\u201d merujuk pada jujitsu yang dikembangkan oleh Ueshiba. Sehingga, aikido akhirnya mempunyai identitas sendiri.<\/p>\n<p>Sama seperti seni bela diri lainnya, Aikido juga memiliki aliran. Tetapi, aliran dalam aikido tidak seperti aliran dalam martial arts lainnya. Hal yang membedakan aliran yang satu dengan yang lainnya adalah interpretasi dalam pemahaman dan penerapan aikido. Perbedaan itu disebabkan oleh penafsiran aikido yang berbeda dari masing-masing murid O Sensei yang menyebarkan pengetahuan mereka dengan membuka dojo mereka sendiri.<\/p>\n<p>Aliran-aliran dalam aikido antara lain :<\/p>\n<ol>\n<li>Yoseikan Aikido<\/li>\n<\/ol>\n<p>Didirikan oleh Minoru Mochizuki pada tahun 1931. Yoseikan adalah gaya yang mencakup unsur-unsur aikido yang lebih keras bersama dengan aspek-aspek karate, judo, kendo, dan aspek seni bela diri lainnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/e\/e7\/Yoseikan.svg\" width=\"478\" height=\"412\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Yoshinkan Aikido<\/li>\n<\/ol>\n<p>Didirikan oleh Gozo Shioda pada tahun 1955. Yoshinkan adalah gaya aikido yang lebih keras, umumnya berkaitan dengan efisiensi praktis dan teknik yang kuat secara fisik. Hal ini diajarkan pada banyak cabang kepolisian di Jepang.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/en\/e\/e2\/YoshinCs.png\" width=\"200\" height=\"179\" \/><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Shinei Taido<\/li>\n<\/ol>\n<p>Didirikan oleh Noriaki Inoue, keponakan dan murid O Sensei Morihei Ueshiba, pada tahun 1956. Shinei Taido adalah gaya yang sangat dekat berkaitan dengan aikido.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Shodokan Aikido<\/li>\n<\/ol>\n<p>Didirikan Kenji Tomiki pada tahun 1967. Ia percaya bahwa memperkenalkan unsur persaingan akan berfungsi untuk mempertajam dan memfokuskan praktik\u00a0sejak\u00a0 ini tidak lagi diuji dalam pertempuran nyata. Pandangan terakhir ini adalah penyebab perpecahan dengan\u00a0O Sensei\u00a0yang dengan tegas percaya bahwa tidak ada tempat untuk kompetisi dalam latihan Aikido. Gaya ini menyebabkan kontroversi karena membuat sebuah kompetisi dimana hal tersebut bertentangan dengan prinsip dan semangat aikido. Gaya ini ditandai dengan menggunakan Kata (bentuk sudah diatur sebelumnya) dalam mengajar dan dengan mengadakan kompetisi, baik tangan kosong dan dengan pisau karet.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/1\/14\/Logo_shodokan.gif\" width=\"203\" height=\"205\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Ki Society ( Ki Aikido)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Didirikan oleh Koichi Tohei pada tahun 1974. Dilatarbelakangi oleh pertentangan antara Koichi Tohei, yang dulu kepala instruktur di aikikai, dan Kishomaru Ueshiba, yang pada saat itu merupakan pimpinan aikikai. Pertentangan tersebut disebabkan oleh perbedaan pendapat mengenai pengembangan ki dalam latihan regular. Sehingga mendirikan organisasi sendiri yang bernama Shin-shin Toitsu Aikido.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>Iwama-ryu<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dikembangkan oleh Morihiro Saito. Aliran ini berkembang di daerah Iwama, Jepang. Secara teknis, lwama-ryu kelihatannya menyerupai dengan Aikido\u00a0<a href=\"http:\/\/translate.googleusercontent.com\/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http:\/\/www.aikidofaq.com\/history\/osensei.html&amp;prev=\/search%3Fq%3Dstyle%2Bin%2Baikido%26hl%3Did&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;usg=ALkJrhjHREArbVQ3e33sih9uIPBedCnEJA\">O Sensei<\/a>\u00a0yang diajar di awal 50-an terutama di Iwama dojo.\u00a0\u00a0Daftar teknis lebih besar daripada di kebanyakan gaya-gaya lain dan banyak penekanan pada pelatihan senjata. Menekankan hubungan antara gerakan Taijutsu, Ken, dan Jo.<\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li>Keijutsukai Aikido<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dikembangkan oleh Thomas H. Makiyama pada tahun 1980. Keijutsukai merupakan sebuah metode khusus untuk defense yang digunakan oleh aparat keamanan. Gaya ini menekankan pada pendekatan rasional dan praktis, juga penggabungan prinsip kompabilitas, marui, dan maai.<\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li>Kokikai Aikido<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dikembangkan oleh Shuji Maruyama pada tahun 1986. Gaya ini menekankan pada pergerakan natural, pengembangan ki, postur tubuh dan koordinasi antara pikiran dan tubuh.<\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li>Yoshokai Aikido<\/li>\n<\/ol>\n<p>Didirikan oleh Takashi Kushida, seorang instruktur senior Yoshinkan Aikido, pada tahun 1991. Gaya ini secara umum merupakan gaya yang lebih keras dari aikido dan sangat mirip dengan gaya Yoshinkan aikido.<\/p>\n<ol start=\"10\">\n<li>Yuishinkai Aikido<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dikembangkan pada tahun 1996 oleh Koretoshi Maruyama, instruktur aikikai sebelumnya. Gaya fokus pada 4 tingkat teknik aikido dan dipengaruhi gaya pedang Daito ryu dan Shinkage ryu.<\/p>\n<p><strong>Sumber Penulisan\/Daftar Pustaka :<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/alnug2010.wordpress.com\/2010\/03\/19\/aikido-dan-aliran-alirannnya-styles-of-aikido\/\">https:\/\/alnug2010.wordpress.com\/2010\/03\/19\/aikido-dan-aliran-alirannnya-styles-of-aikido\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/kazegatana.wordpress.com\/2010\/07\/04\/aliran-aliran-aikido\/\">https:\/\/kazegatana.wordpress.com\/2010\/07\/04\/aliran-aliran-aikido\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20110605113145\/http:\/www.aikidojournal.com\/encyclopedia?entryID=324\">https:\/\/web.archive.org\/web\/20110605113145\/http:\/\/www.aikidojournal.com\/encyclopedia?entryID=324<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.scarsdaleaikido.com\/aikido-styles.html#.WjNYi0qWY2x\">http:\/\/www.scarsdaleaikido.com\/aikido-styles.html#.WjNYi0qWY2x<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20071014170911\/http:\/www.aikidojournal.com\/article.php?articleID=273\">https:\/\/web.archive.org\/web\/20071014170911\/http:\/\/www.aikidojournal.com\/article.php?articleID=273<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.aikidoyoshokai.org\/Ayana\/AyanaInfo\/AboutAyana.aspx\">http:\/\/www.aikidoyoshokai.org\/Ayana\/AyanaInfo\/AboutAyana.aspx<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20060507003442\/http:\/www.aikidojournal.com\/encyclopedia.php?entryID=375\">https:\/\/web.archive.org\/web\/20060507003442\/http:\/\/www.aikidojournal.com\/encyclopedia.php?entryID=375<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20120921225215\/http:\/www.aikidojournal.com\/encyclopedia.php?entryID=315\">https:\/\/web.archive.org\/web\/20120921225215\/http:\/\/www.aikidojournal.com\/encyclopedia.php?entryID=315<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEJARAH ALIRAN-ALIRAN AIKIDO Aikido adalah seni bela diri Jepang yang dikembangkan oleh O Sensei Morihei Ueshiba. \u00a0Aikido pada awalnya masih merupakan bentuk dari seni bela diri Daito-ryu aiki-jujutsu dan belum membentuk seni bela diri tersendiri. Kemudian pada tahun 1942, Dai Nippon Butoku Kai, sebuah universitas bela diri di Jepang, dalam upayanya melakukan standarisasi seni bela [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":314,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=310"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":315,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/310\/revisions\/315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/media\/314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}