    {"id":168,"date":"2017-03-23T14:32:31","date_gmt":"2017-03-23T07:32:31","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/?p=168"},"modified":"2017-03-23T14:35:29","modified_gmt":"2017-03-23T07:35:29","slug":"sejarah-aikido-bersama-o-sensei-morihei-ueshiba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/2017\/03\/sejarah-aikido-bersama-o-sensei-morihei-ueshiba\/","title":{"rendered":"Sejarah Aikido bersama O Sensei Morihei Ueshiba"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"background: white;margin: 0px;color: #1d2129;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">Aikido tidak dapat dipisahkan dari Morihei Ueshiba, bapak dan penemunya sampai saat ini. Ajarannya lebih banyak menyangkut soal kehidupan. Disiplin filosofinya yang dekat dengan masalah sehari-hari tidak mengambang di awang-awang &#8211; lebih menekankan bersikap, berpikir, dan bertindak yang benar dalam hubungan kita dengan sesama manusia dan alam sekitar.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-content\/uploads\/sites\/47\/2017\/03\/Ushieba.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-171\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-content\/uploads\/sites\/47\/2017\/03\/Ushieba.jpg\" alt=\"\" width=\"163\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"background: white;margin: 0px;color: #1d2129;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">Morihei Ueshiba dilahirkan pada tanggal 14 Desember 1883 di Wakayama, Jepang. Pada masa kecilnya ia sangat lemah dan sering sakit, namun dalam perjalanan hidupnya ia berhasil mengatasi keadaan tersebut dengan melatih pikiran dan tubuhnya melalui berbagai seni beladiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"background: white;margin: 0px;color: #1d2129;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">Ia mengembangkan Aikido berdasarkan seni beladiri lain yang dipelajarinya saat masih muda. Ia mempelajari : Kito-ryu Jujutsu (berguru pada Tokusaburo Tojawa Sensei \u2013 1901), ilmu pedang Yagyu-ryu (berguru pada Masakatsu Nakai Sensei \u2013 1903), Aioi-ryu Hozoin-ryu, Daito-ryu Jujutsu (berguru pada Sokaku Takeda Sensei \u2013 1911 s\/d 1916), Jujutsu di Shinkage Dojo (1922), spear fighting (1924), bahkan Judo, Kendo dan seni beladiri dengan menggunakan bayonet pun dipelajarinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"background: white;margin: 0px;color: #1d2129;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">Pada saat perang antara Jepang dan Rusia (1904 \u2013 1905), ia secara sukarela bergabung dengan Angkatan Perang Jepang, berperang di garis depan dan munguji kemampuan beladirinya. Setelah masa perang berakhir, ia bekerja di Hokkaido, namun obsesinya tetap pada seni beladiri. Dengan hanya berbekal sebuah pedang kayu, ia mendatangi seluruh Jepang dan jika menjumpai seseorang yang melebihi kemampuannya ia berguru dan berlatih hingga menguasai seluruh ilmu yang dapat dipelajarinya dari orang tersebut. Ia menjadi seorang yang sangat disegani dalam seni beladiri di Jepang.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-content\/uploads\/sites\/47\/2017\/03\/Morihei.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-169\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-content\/uploads\/sites\/47\/2017\/03\/Morihei.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"185\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"background: white;margin: 0px;color: #1d2129;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">Namun setelah semuanya itu, muncul berbagai keraguan dalam pikirannya. Setelah berhasil mengalahkan, bertarung dan menjatuhkan musuh, apakah gunanya semua itu ? Hari ini menang, besok mungkin kalah. Kemenangan hari ini akan menjadi kekalahan esok hari. Saat masih muda engkau kuat, namun kekuatan itu akan lenyap seiring dengan bertambahnya umur dan berjalannya waktu, yang lebih muda akan mengalahkanmu. Apakah ada kemenangan yang bertahan selamanya ? Apakah seni beladiri itu ?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"background: white;margin: 0px;color: #1d2129;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">Untuk menjawab keraguannya Morihei Ueshiba mempelajari Zen dan filsafat. Ia menyendiri dan bermeditasi. Belajar pada Mitsujo Fujimoto pada tahun dan Wanisaburo Deguchi pada tahun 1918 s\/d 1926. Akhirnya ia sampai pada suatu pemahaman bahwa seni beladiri bukan untuk mengalahkan lawan dan merusak namun harus selaras dengan \u201cKi\u201d dari alam semesta (melalui kekuatan nafas setiap manusia), mencintai perdamaian dan mempraktekkan kasih TUHAN dalam seluruh segi kehidupan. Ia menyatakan bahwa Aikido bukanlah teknik untuk berkelahi atau mengalahkan musuh tetapi untuk membuat dunia ini damai dan seluruh manusia di bumi ini menjadi satu keluarga.<\/span><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-content\/uploads\/sites\/47\/2017\/03\/Morihei2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-170\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-content\/uploads\/sites\/47\/2017\/03\/Morihei2.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"242\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"background: white;margin: 0px;color: #1d2129;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman',serif;font-size: 12pt\">Pada tahun 1960 Morihei Ueshiba dianugerahi \u201cThe Medal of Honor with Purple Ribbon\u201d (penghargaan yang diberikan kepada mereka yang mempunyai kontribusi besar dalam pengembangan ilmu dan seni Jepang).<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-content\/uploads\/sites\/47\/2016\/03\/morihei-ueshiba-02a.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-73\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-content\/uploads\/sites\/47\/2016\/03\/morihei-ueshiba-02a.jpg\" alt=\"\" width=\"1595\" height=\"1044\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aikido tidak dapat dipisahkan dari Morihei Ueshiba, bapak dan penemunya sampai saat ini. Ajarannya lebih banyak menyangkut soal kehidupan. Disiplin filosofinya yang dekat dengan masalah sehari-hari tidak mengambang di awang-awang &#8211; lebih menekankan bersikap, berpikir, dan bertindak yang benar dalam hubungan kita dengan sesama manusia dan alam sekitar. &nbsp; Morihei Ueshiba dilahirkan pada tanggal 14 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":106,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":174,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168\/revisions\/174"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aikido\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}