    {"id":1725,"date":"2021-06-15T17:34:36","date_gmt":"2021-06-15T10:34:36","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/?p=1725"},"modified":"2021-06-15T17:34:36","modified_gmt":"2021-06-15T10:34:36","slug":"impact-circle-2021-strongeryouth-from-anxiety-to-productivity","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/2021\/06\/impact-circle-2021-strongeryouth-from-anxiety-to-productivity\/","title":{"rendered":"Impact Circle 2021:  #strongerYOUth &#8211; From Anxiety to Productivity"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2021\/06\/V-IC-Zoom-Virtual-Background-TVC-thing.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1726\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2021\/06\/V-IC-Zoom-Virtual-Background-TVC-thing.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><b>AIESEC in BINUS<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><b>Impact Circle 2021<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><b>#strongerYOUth &#8211; From Anxiety to Productivity<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Impact Circle merupakan sebuah acara yang diadakan oleh AIESEC Indonesia yang bertujuan memberi wadah bagi kalangan muda untuk berdiskusi mengenai berbagai macam topik seputar <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Sustainable Development Goals<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> atau SDGs, sebuah bagian dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">The 2030 Agenda for Sustainable Development<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang disetujui oleh negara-negara anggota PBB pada tahun 2015 lalu dan secara keseluruhan terdiri dari 17 <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Sustainable Development Goals<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Impact Circle membahas <\/span><span style=\"font-weight: 400\">bagaimana perkembangan dari SDGs tersebut, dan bagaimana implementasi SDGs tersebut di Indonesia. Untuk memfasilitasi diskusi-diskusi tersebut, Impact Circle akan mengundang narasumber yang ahli dalam bidangnya untuk berbagi wawasan mengenai SDGs yang terpilih untuk dijadikan tema acara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selama pandemi COVID-19, terdapat berbagai kebijakan pembatasan sosial yang memaksa masyarakat untuk beradaptasi pada situasi yang tidak dapat diprediksi, termasuk kalangan remaja. Kurangnya kegiatan di luar rumah dan perubahan metode pembelajaran menjadi secara daring menyebabkan remaja merasa tertekan karena harus cepat beradaptasi pada perubahan tersebut. Hal ini menyebabkan remaja memiliki kecenderungan untuk merasa lebih cemas dan takut. Maka itu, tema Impact Circle kali ini menitikberatkan SDG 3, yaitu <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Good Health and Well-Being<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dari semua umur akan pentingnya kesehatan diri, baik fisik maupun mental, untuk masa depan yang lebih baik. Tema Impact Circle 2021 kami, \u201c<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">From Anxiety to Productivity<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">\u201d, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 12 Juni 2021 melalui Zoom. Acara ini disambut oleh lebih dari 150+ partisipan yang berasal dari kota-kota di seluruh Indonesia, di antaranya Madiun, Palembang, Manado, Malang, Semarang, dan Sumatera Utara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Diiringi oleh <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">emcees<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> Sabina Maritza dan Shannon Wijaya, Impact Circle 2021 dimulai dengan kata sambutan dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Organizing Committee President<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, Sola Gracia, sebelum berlanjut ke sesi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Develop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang dibawakan oleh Anastasia Sari Dewi S.Psi., M.Psi., Psikolog. Seorang psikolog klinis, Anastasia Sari Dewi berpengalaman sebagai pembicara dan fasilitator dalam seminar, acara, lokakarya. Tidak hanya itu, beliau juga menjabat sebagai psikolog, terapis, dan asesor untuk berbagai rumah sakit, organisasi, dan perusahaan di seluruh Indonesia. Lulus dengan gelar Sarjana Psikologi dan Magister Psikologi Klinis Dewasa, Sari mendirikan Anastasia &amp; Associate, di mana beliau memberikan jasa konseling, psikoterapi, penilaian psikologis, dan psikoedukasi. Pada sesi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Develop<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, Sari memberi pengenalan dan latar belakang mengenai peningkatan kecemasan pada masa pandemi. Bersifat interaktif, pertanyaan-pertanyaan seputar tingkat kecemasan di masa pandemi COVID-19 yang dilontarkan Sari pun dijawab secara aktif oleh para partisipan melalui kolom <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">chat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Partisipan kemudian mempelajari ciri-ciri respon kecemasan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">maladaptive<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, faktor-faktor pengaruh respon kecemasan, dan langkah-langkah membangun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mindset<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berdamai. Tidak hanya itu, Anastasia juga berbagi sepuluh tips dalam menghadapi kecemasan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">maladaptive<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, termasuk mencari hobi baru, mengurangi kafein, berolahraga dan menjalani terapi seni.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sesi kedua merupakan sesi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Discussion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang dibawakan oleh I Made Suri Pandhu, pendiri KegelisahART dan seorang <\/span><span style=\"font-weight: 400\">penyintas gangguan kecemasan atau yang lebih dikenal sebagai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">anxiety disorder<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Selama Pandhu menempuh pendidikan S1 di Universitas Tarumanagara, ia seringkali diundang sebagai pembicara dan narasumber di berbagai webinar maupun seminar. Selain itu, Pandhu mendirikan KegelisahART, sebuah wadah bagi masyarakat Indonesia untuk mengekspresikan kegelisahan melalui karya, serta meningkatkan kesadaran publik seputar gangguan mental. Pada sesi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Discussion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, Pandhu berbagi perjalanan dan pengalaman pribadinya, di mana ia membahas lebih dalam lagi mengenai peran faktor lingkungan pada terjadinya gangguan mental. Pada sesi ini, Pandhu menginformasikan para partisipan mengenai pengabaian atau stigma terhadap gangguan mental dan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan mental pada masa pandemi ini. Partisipan juga didorong untuk coba menghadapi masalah, mengarah kepada pola hidup positif dan produktif, serta menghindari hal-hal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">toxic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sehari-hari, dan dengan itu, partisipan juga diberikan semangat untuk selalu mempraktikkan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self-love<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">peace<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada sesi ketiga, yaitu sesi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Collaboration<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, terdapat sesi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Breakout Room<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, di mana lebih dari seratus lima puluh partisipan dibagi ke dalam empat kelompok secara acak. Di dalam setiap <em>breakout room<\/em>, terdapat empat fasilitator dari Peduli Jiwa &#8211; Ns. Raphita Diorarta, S.Kep, Ns. Riska Amalya Nasution, M.Kep., Sp.Kep.J, Ns. Salwa Nirwanawati, S.Kep, dan Fauziah Sepdwina. Dengan mengganti nama tampilan Zoom, para partisipan dapat bertanya dan berdiskusi secara anonim dengan para fasilitator. Berlangsung selama dua puluh lima menit, sesi ini memungkinkan partisipan untuk mengekspresikan kekhawatiran, meminta saran dari profesional, dan membagi pengalaman pribadi secara privat. Sesi Breakout Room tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Collaboration<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> terakhir berupa sesi Meditasi. Sesi Meditasi dibawakan oleh Falah Farras S., M.Psi., Psikolog., lulusan Psikologi UGM dengan predikat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cumlaude<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan tesis terbaik. Bukan hanya itu, beliau juga pernah menjadi konselor, dosen, dan psikolog klinis, yang pada tahun 2019 menjadi Co-Founder dari komunitas kesehatan mental, Social Connect. Pada tahun 2019 lalu, Farras menjadi peneliti dan penanggung jawab proyek pembangunan layanan kesehatan jiwa di Jogja oleh UGM dan Harvard Medical School. Menyelesaikan dan melengkapi sesi-sesi sebelumnya, Farras berbagi wawasan mengenai manfaat dari berbagai jenis meditasi yang dapat partisipan lakukan sehari-hari. Sebagai contoh, terdapat berbagai meditasi, seperti <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">guided meditation<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">mantra meditation<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">mindfulness meditation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> atau yoga yang dijabarkan oleh Farras, di mana ia menekankan kepentingan perhatian dan pernapasan fokus, suasana tenang, serta sikap yang terbuka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Acara Impact Circle kemudian ditutup dengan memberi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Call to Action<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> bersama KegelisahART untuk para partisipan yang diajak untuk membuat karya seni untuk mengekspresikan perasaan kecemasan pribadi mereka menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan media apapun. Tiga karya terbaik berdasarkan penilaian KegelisahART akan memenangkan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">doorprize<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> serta kartu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-love<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari KegelisahART. Selain itu, para partisipan juga mendapatkan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">summary booklet<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang mengandung <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Anxiety Form<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang dapat digunakan sebagai wadah untuk memetakan perasaan cemas yang dimiliki melalui tulisan. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Anxiety Form<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> berisi beberapa pertanyaan reflektif, seperti \u201c<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Common situations that trigger my anxiety<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">\u201d, \u201c<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">What is the worst thing that could happen from each trigger?<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">\u201d, \u201c<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Would that still matter 1 week\/month\/year from now?<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">\u201d, dan \u201c<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Coping skills I can use if I start to feel anxious<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>.<\/em>\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selepas penjelasan mengenai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Call to Action<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Anxiety Form<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, para peserta mengikuti sesi foto, pengisian <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">satisfaction survey<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">recap<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dari acara Impact Circle. Secara keseluruhan, acara Impact Circle 2021: #strongerYOUth &#8211; From Anxiety to Productivity\u00a0 merupakan sebuah sukses, di mana melalui interaksi partisipan dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">emcees<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, pembicara dan fasilitator, para partisipan dapat <\/span><span style=\"font-weight: 400\">memaksimalkan usaha mereka dalam menghadapi dan menangani gangguan kecemasan dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">pay it forward<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> untuk meningkatkan kesadaran tentang gangguan kecemasan dalam masa pandemi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; AIESEC in BINUS Impact Circle 2021 #strongerYOUth &#8211; From Anxiety to Productivity &nbsp; Impact Circle merupakan sebuah acara yang diadakan oleh AIESEC Indonesia yang bertujuan memberi wadah bagi kalangan muda untuk berdiskusi mengenai berbagai macam topik seputar Sustainable Development Goals atau SDGs, sebuah bagian dari The 2030 Agenda for Sustainable Development yang disetujui oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":62,"featured_media":1727,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-1725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/users\/62"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1725"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1730,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1725\/revisions\/1730"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/aiesec\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}