Loading
Loading...
Menu BINUS

Mengenal Indonesia dari Laut, AIESEC in BINUS Hadirkan Pengalaman Lintas Budaya di Museum Bahari

Jakarta, 21 Agustus 2026 – Jika laut selama ini hanya dipandang sebagai tempat untuk berlibur, sejarah Indonesia menunjukkan cerita yang jauh lebih panjang. Jauh sebelum kapal modern melintasi perairan Nusantara, laut telah menjadi jalur yang menghubungkan masyarakat, budaya, hingga berbagai wilayah di Indonesia. Cerita tersebut coba dikenalkan kembali kepada generasi muda melalui kegiatan Team Trip Incoming Global Volunteer (iGV) Summer Peak 2026 yang diselenggarakan AIESEC in BINUS di Museum Bahari, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026). Sekitar 20 peserta, termasuk sembilan Exchange Participants (EPs), mengikuti kegiatan yang dikemas sebagai ruang belajar sekaligus pengalaman lintas budaya.

Dengan lokasi yang sangat dekat dengan kawasan bersejarah, Sunda Kelapa,  Museum Bahari menyimpan berbagai cerita mengenai perjalanan maritim Indonesia. Melalui bangunan dan koleksi bersejarahnya, peserta diajak melihat bagaimana laut tidak hanya menjadi bagian dari bentang geografis Indonesia, tetapi juga membentuk kehidupan masyarakat di berbagai penjuru Nusantara. Dipandu oleh Kak Ezra, para EP menelusuri berbagai koleksi museum, mulai dari kapal tradisional, alat navigasi, hingga berbagai artefak yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir dan pelayaran. Setiap koleksi membawa cerita tersendiri mengenai bagaimana masyarakat Indonesia pada masa lalu menggunakan laut untuk bepergian, berdagang, berkomunikasi, serta membangun hubungan antardaerah.

Bagi para EP yang datang dari berbagai negara, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal Indonesia melalui perspektif yang berbeda. Alih-alih sekadar membaca informasi sejarah dari buku, mereka dapat melihat langsung berbagai peninggalan yang menggambarkan perjalanan panjang masyarakat Indonesia sebagai bangsa maritim. Dari sana, peserta diajak memahami bahwa sejarah bahari bukan hanya cerita tentang kapal atau perjalanan laut, melainkan juga tentang manusia dan budaya yang berkembang di sekitarnya.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menonton film animasi karya anak bangsa yang mengangkat sejarah kapal dan perjalanan bahari masyarakat Indonesia. Pemilihan film menjadi cara lain untuk memperkenalkan sejarah kepada peserta dengan pendekatan yang lebih ringan dan dekat dengan generasi muda. Setelah mendapatkan wawasan baru, suasana kegiatan berubah menjadi lebih interaktif melalui workshop membuat keychain berbentuk layar kapal. Para peserta bekerja bersama untuk memahami cara membuatnya sekaligus saling membantu selama proses berlangsung. Aktivitas sederhana tersebut menjadi ruang bagi para EP dan local volunteers untuk berinteraksi, bertukar cerita, dan membangun kedekatan di luar kegiatan edukatif.

“I never expected it would be very fun to learn more about the historical stories of Indonesia, especially since we can also do the workshop together with the other participants. Part of the workshop expand my perspective to learn more about other cultures that were discussed towards the session and the fun talks we had,” ujar Linh Trang selaku Exchange Participant yang berasal dari Vietnam selama rangkaian tur museum.

Pengalaman budaya kemudian ditutup dengan mencicipi salah satu minuman tradisional Indonesia, yaitu jamu. Cita rasanya yang khas dan sedikit pedas menjadi pengalaman baru bagi beberapa peserta internasional. Reaksi penasaran hingga terkejut pun menjadi bagian dari momen lintas budaya yang membuat kegiatan semakin berkesan. Salah satu Local Volunteer, Jasmi, turut melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar bersama, bukan hanya bagi peserta internasional, tetapi juga bagi anak muda Indonesia. “Menurut saya, kegiatan ini menarik karena kami bisa belajar sejarah Indonesia bersama teman-teman dari berbagai negara. Kami juga bisa melihat bagaimana mereka mengenal budaya Indonesia dari sudut pandang mereka,” tutur Jasmi.

Melalui kegiatan ini, iGV Summer Peak 2026 tidak berhenti pada aktivitas volunteering, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang mempertemukan edukasi, budaya, dan interaksi lintas negara. Para peserta diajak melihat bahwa warisan bahari Indonesia bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas bangsa yang terus hidup dan perlu dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Di tengah generasi muda yang semakin dekat dengan dunia digital dan global, mengenal kembali sejarah lokal dapat menjadi cara untuk memahami identitas sebelum membawanya ke dunia yang lebih luas. Sebab, mengenal Indonesia tidak selalu harus dimulai dari tempat yang jauh. Terkadang, jawabannya justru tersimpan di balik kapal tua, alat navigasi, dan cerita perjalanan yang telah melewati lautan selama berabad-abad. Melalui semangat Incoming Global Volunteer terus menghadirkan ruang bagi anak muda untuk belajar, berbagi budaya, dan menciptakan dampak melalui pengalaman yang bermakna. Kegiatan di Museum Bahari menjadi salah satu langkah kecil untuk memastikan cerita tentang Indonesia sebagai bangsa maritim tidak hanya tersimpan sebagai sejarah, tetapi terus diceritakan, dipahami, dan diwariskan.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.