Jakarta, 23 Juli 2026 – Seberapa banyak yang kita tahu tentang laut yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan Indonesia? Di balik birunya laut dan kekayaan terumbu karang, terdapat persoalan pencemaran yang membutuhkan perhatian bersama. Melalui semangat tersebut, AIESEC in BINUS bersama Sahabat Laut Indonesia mengajak generasi muda untuk mengenal lebih dekat kekayaan laut Indonesia sekaligus memahami berbagai tantangan yang mengancam kelestariannya melalui workshop Indonesia’s Marine Biodiversity and Pollution.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Incoming Global Volunteer (iGV) ini berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026 di BINUS @Syahdan Campus. Workshop diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas Local Volunteer (LV) dan Exchange Participants (EPs) dari berbagai negara. Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, kegiatan dirancang secara interaktif agar peserta dapat berdiskusi, bertukar perspektif lintas budaya, serta bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan pencemaran laut.
Mengenal Kekayaan Laut Indonesia Lebih Dekat
Kegiatan diawali dengan Shopping List Game, sebuah icebreaker yang mengajak peserta memperkenalkan diri melalui nama, destinasi impian, tiga kemampuan yang dimiliki, serta tiga hewan laut favorit. Aktivitas ini menciptakan suasana yang lebih akrab sekaligus membuka ruang interaksi antara peserta Indonesia dan internasional.
Setelah itu, peserta diajak menyaksikan video mengenai keindahan dan kekayaan alam Raja Ampat. Sesi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari fasilitator, Ibu Eva Medianti, yang membagikan pengalamannya menyelam di berbagai negara, termasuk Australia dan Filipina.
Dalam sesinya, Ibu Eva Medianti menjelaskan bahwa Indonesia merupakan bagian dari Coral Triangle, kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Pengetahuan tersebut menjadi pengingat bahwa kekayaan laut Indonesia bukan hanya sesuatu yang patut dibanggakan, tetapi juga perlu dijaga bersama.
“Kita tidak akan bisa mencintai sesuatu sebelum benar-benar melihat dan mengenalnya. Itulah mengapa saya begitu tertarik dengan keberagaman kehidupan laut Indonesia,” ujar Ibu Eva.
Dari Masalah Laut, Menjadi Ruang untuk Mencari Solusi
Memasuki sesi diskusi, peserta dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri atas peserta Indonesia dan internasional. Sebelum berdiskusi, fasilitator memperkenalkan konsep multistakeholder, yaitu pendekatan yang mendorong berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, organisasi, sektor swasta, komunitas, hingga individu untuk berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
Peserta kemudian mengikuti aktivitas Problem Tree untuk mengidentifikasi persoalan pencemaran laut secara lebih mendalam. Melalui ilustrasi pohon, peserta memetakan pencemaran laut sebagai masalah utama, mencari berbagai penyebabnya melalui bagian akar, serta melihat dampaknya melalui ranting dan daun.
Salah satu kelompok menyoroti sampah plastik sebagai salah satu permasalahan yang bersumber dari aktivitas manusia dan memberikan dampak terhadap ekosistem laut serta kehidupan masyarakat pesisir. Melalui presentasi kelompok, peserta dapat melihat bahwa persoalan lingkungan tidak berdiri sendiri dan membutuhkan kolaborasi untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
Membangun Kepedulian Lewat Langkah Sederhana
Bagi peserta internasional, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memahami kondisi lingkungan Indonesia secara lebih dekat. Andy Hu, salah satu Exchange Participant, mengungkapkan bahwa sesi tersebut memberikan perspektif baru mengenai kondisi laut di Indonesia.
“This session is very insightful because I get to learn more about what is happening in Indonesia.” ujar Andy.
Melalui kolaborasi ini, AIESEC in BINUS dan Sahabat Laut Indonesia berharap workshop tidak berhenti sebagai ruang berbagi pengetahuan, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian dan mendorong aksi nyata. Bagi generasi muda, menjaga laut tidak selalu harus dimulai dari tindakan besar. Kesadaran terhadap apa yang dikonsumsi, bagaimana sampah dikelola, serta kemauan untuk terus belajar dan mengajak orang lain peduli merupakan bagian dari perubahan.
Dengan semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya ekosistem laut, upaya menjaga kekayaan laut Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun masa depan.

