BINUS UNIVERSITY MELESTARIKAN KEBUDAYAAN TIONGHOA

Sebagai negara yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia memiliki banyak suku bangsa dan perbedaan kebudayaan. Perbedaan tersebut tidak menjadikan Indonesia bangsa yang berkelompok tetapi justru membentuk satu kesatuan yang indah. Kebudayaan Tionghoa memang tidak dapat dikatakan bagian dari kebudayaan Indonesia, namun kebudayaan Indonesia ini sudah tinggal dan dikenal lama di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan jaman, kebudayaan Tionghoa dan cerita-cerita legendaris suku Tionghoa pun mulai hilang. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi komunitas Tionghoa di Indonesia. BINA NUSANTARA Mandarin Club (BNMC) merupakan salah satu komunitas Tionghoa yang sudah berkembang sejak lama di BINUS UNIVERSITY. BNMC, yang dikelola oleh mahasiswa, ingin menjadi bagian dalam melestarikan kebudayaan Tionghoa.

Dengan tujuan tersebut, BNMC merangkul komunitas Tionghoa lainnya untuk menjadi sponsor dan partnership dalam acara tahunan mereka yaitu National Mandarin Competition (NMC) 2014 pada 8 – 11 Mei 2014. NMC ini merupakan acara kompetisi yang diadakan secara nasional dan diikuti oleh masyarakat luas dengan usia sekitar 15 – 25 tahun. Adapun kompetisi yang diadakan dalam bentuk pidato dengan bahasa mandarin, bernyanyi dengan bahasa mandarin dan bercerita dengan bahasa mandarin.

Peserta dari berbagai daerah turut berpartisipasi dalam acara ini dengan melalui berbagai tahap penyisihan. Uniknya, peserta NMC 2014 ini tidak hanya berasal dari suku Tionghoa tetapi banyak juga dari suku kebudayaan lain. Hal ini menjadi bukti bahwa kebudayan Tionghoa tidak hanya menarik perhatian suku Tionghoa saja tetapi juga suku bangsa dunia.

Pada Minggu (11/5) terpilih 5 orang dari masing-masing kategori perlombaan untuk memperebutkan juara 1, 2 dan 3. Acara ini juga diramaikan dengan penampilan tarian dan nyanyian kebudayaan Tionghoa yang dibawakan oleh komunitas Tionghoa lainnya.

Penampilan menarik dan terbaik diberikan oleh para peserta untuk dewan juri dan para penonton hari itu. Juri yang mayoritas adalah guru mandarin dan pembimbing kompetisi mandarin tingkat nasional ini juga mengakui kemampuan para peserta. Namun mereka tetap harus menentukan pemenang dari kompetisi ini. Pemenang NMC 2014 dengan kategori lomba pidato diraih oleh Vanny Lucia sebagai juara satu, pada juara dua diraih oleh Sri Laxmi Priya dan juara tiga diraih oleh Mijane. Pemenang NMC 2014 dengan kategori lomba bercerita diraih oleh Alvino Winata sebagai juara satu, pada juara dua diraih oleh Diana dan juara tiga diraih oleh Keimmy. Pemenang NMC 2014 dengan kategori lomba bernyanyi diraih oleh Vivi Olivia sebagai juara satu, pada juara dua diraih oleh Louisius Junriary, dan juara tiga diraih oleh Felycia.

Para pemenang juara satu berhak mendapatkan uang tunai senilai 2 juta rupiah dan beberapa voucher dari sponsor serta tiket pesawat pulang pergi ke Beijing. Untuk juara dua berhak mendapatkan uang tunai senilai 1,8 juta rupiah dan beberapa voucher dari sponsor serta sepeda dari Wymcycle. Pemenang juara 3 mendapatkan uang tunai senilai 1,5 juta rupiah dan beberapa voucher dari sponsor.

BINUS UNIVERSITY melalui komunitas mahasiswanya selalu memberikan gerakan positif untuk mendukung Indonesia. Dengan acara ini diharapkan masyarakat Indonesia semakin mengenal kebudayaan Tionghoa dan mengenal cerita legendaris Tionghoa.